Monday, July 30, 2012

fiction.

i have to fictionalize our story
because the reality has no mercy for us.

there's no chance. there's no chance.

so, let's just dance.

wait.

why wouldn't you wait?
i waited.
why wouldn't you?

Sunday, July 22, 2012

tengah.

di tengah kemacetan pikiran dan kepadatan tuntutan yang menyesakkan
kamu masih tetap ada dan menyelinap seperti suwiran daging yang menyelip di sela-sela gigi.
bedanya, aku tidak merasa terganggu.
bedanya, aku tidak ingin membuang kamu.

aku rindu kamu. sangat-sangat rindu.

Thursday, July 12, 2012

sedih.

setiap saya sedih, saya selalu mengunjungi rumahnya. di sana ada banyak buku, puisi dan prosa. ada juga lagu-lagu. yang terkadang ceria, tetapi lebih sering bernada sedih menusuk-nusuk hati. di sana, saya merasa tidak sendiri. setiap kali membuka bab baru dari buku-buku di perpustakaan mungil dan sederhananya, saya merasa sedih saya ada temannya. sedih yang sepertinya punya kesamaan. sedih yang baru saya momong beberapa bulan ini dan sedih yang sudah bertahun-tahun ini menempel di hatinya. piringan hitam yang ia pasang memang sudah usang, tapi bukan berarti musiknya tidak jelas terdengar sampai ke dalam mimpi. lagu-lagu yang ia pilih selalu membuat saya menangis. entah itu haru atau putus asa. puisinya.. puisinya indah sekali. dan, sedih sekali. saya tidak pernah akan bisa menandingi kumpulan puisinya, dalam hal sedih, tentu saja. buku-bukunya, cerita-ceritanya, temanya jarang berakhir bahagia. dan diam-diam saya bersyukur, saya punya teman. tetapi, alangkah menyenangkannya, apabila sedih yang sebabnya sama dalam diri kami, lekas selesai. saya tidak keberatan membaca koleksi baru yang lebih ceria. saya tidak keberatan, sepahit-pahitnya, sedih saya ditinggal sendirian. andai saya bisa berterima kasih pada si pemilik rumah perpustakaan. berterima kasih sudah berbagi kesedihan. :)


friend.

and he said, "there's one thing that i wouldn't do when i am only your friend. i wouldn't hurt you."

i smiled and nodded. my thoughts ran amok inside my head. they were lost. and confused.

oh, dear.. don't you know it hurts me the most when we are just friends? :)

Thursday, June 14, 2012

sisa.

aku merajut selimut dari reruntuhan rambut
yang melepaskan diri satu persatu dari kulit kepalamu yang mulai keriput
nafasmu sudah habis entah sejak kapan, tapi senyummu masih bertahan
atau itu hanya khayalan? 
matamu tertutup sudah semenjak entah berapa purnama, entah berapa gerhana..
kamu masih menjawab setiap aku tak sengaja membisik namamu
atau itu hanya tipuan picisan gendang telingaku?


aku merajut sepi dari sisa-sisa memori
mengepang duka dan lara dari debu-debu tubuhmu yang mengabu..

setiap malam kamu meninggalkan pesan yang sama di sudut kamar..
"jangan lupakan"


aku tidak hanya melupakan, sayang.. aku tidak pernah meninggalkan.

Sunday, June 10, 2012

angin.

aku letakkan kamu di bawah angin
dan di atas air yang sedang mengalir....

setelahnya, semoga kamu kembali rindu membumi

tidak lagi berapi-api.

tidak lagi membakar hati.

yang abunya kamu sapu ke bawah tempat tidur.

yang lalu aku pungut satu persatu,
lalu aku campur air mata dan kuminum. seteguk demi teguk.

dengan harap hatiku bereinkarnasi.

karna energi itu, belum juga mati.

ya, aku letakkan kamu di bawah angin.

karna di atasnya, kamu telah lancang lupa akan gravitasi.

kamu membumbung terlalu tinggi.

menyalahi langit. menyumpahi bumi.

ya, sayang.. aku letakkan kamu di bawah angin.

agar kaki masih menjejak tanah, menyibak air..

dengan harap, suatu saat, kita akan

menunggangi angin.

bersama-sama.