Thursday, June 14, 2012

sisa.

aku merajut selimut dari reruntuhan rambut
yang melepaskan diri satu persatu dari kulit kepalamu yang mulai keriput
nafasmu sudah habis entah sejak kapan, tapi senyummu masih bertahan
atau itu hanya khayalan? 
matamu tertutup sudah semenjak entah berapa purnama, entah berapa gerhana..
kamu masih menjawab setiap aku tak sengaja membisik namamu
atau itu hanya tipuan picisan gendang telingaku?


aku merajut sepi dari sisa-sisa memori
mengepang duka dan lara dari debu-debu tubuhmu yang mengabu..

setiap malam kamu meninggalkan pesan yang sama di sudut kamar..
"jangan lupakan"


aku tidak hanya melupakan, sayang.. aku tidak pernah meninggalkan.

Sunday, June 10, 2012

angin.

aku letakkan kamu di bawah angin
dan di atas air yang sedang mengalir....

setelahnya, semoga kamu kembali rindu membumi

tidak lagi berapi-api.

tidak lagi membakar hati.

yang abunya kamu sapu ke bawah tempat tidur.

yang lalu aku pungut satu persatu,
lalu aku campur air mata dan kuminum. seteguk demi teguk.

dengan harap hatiku bereinkarnasi.

karna energi itu, belum juga mati.

ya, aku letakkan kamu di bawah angin.

karna di atasnya, kamu telah lancang lupa akan gravitasi.

kamu membumbung terlalu tinggi.

menyalahi langit. menyumpahi bumi.

ya, sayang.. aku letakkan kamu di bawah angin.

agar kaki masih menjejak tanah, menyibak air..

dengan harap, suatu saat, kita akan

menunggangi angin.

bersama-sama.