Monday, November 15, 2010

Ava dan Rama esok hari..

"Kamu adalah keberuntunganku, aku adalah kesialanmu. Bersama, kita bukan Yin/Yang.. Kita hanya terhukum yang menunggu eksekusi datang di tiang pancang..", kata Ava kepada Rama. Sudah lama Ava memendam salah satu dari sedikit sisa-sisa kejujuran yang masih bertahan hidup di dalam hatinya yang mulai membusuk. Rasa sayang Ava kepada Rama tidak tertanggungkan besarnya. Namun, seperti banyak penggalan lirik lagu-lagu asing ataupun Melayu, sayang tidak pernah cukup. Bahkan setitik benci yang biasanya memberi ruang untuk introspeksi lalu melahirkan evolusi rasa sayang antara mereka, kini makin mengerak. Kebencian itu telah membangun reaktor nuklir dengan para ahli yang, di dunia khayal mereka, sangatlah ceroboh.

Rama yang terlalu jatuh cinta kepada Ava mengira semua baik-baik saja. Meski kadang ia lelah dan hampir menyerah, ia selalu teringat senyum mereka berdua dulu di depan pohon Natal. Foto bersejarah itu diambil ketika mereka baru saja mencoba menelusuri celah jemari dan mengenal garis tangan masing-masing. Foto yang menurut Rama memuat ekspresi tercantik Ava. Raut yang bergelimang bahagia dan percaya. Kini, Rama mulai menyadari bahwa dengan memperlakukan Ava bagai kamar pribadinya, ruangan yang sangat membuat ia nyaman, jauh dari dunia luar yang kadang memekakkan telinga, justru membuat Ava tidak nyaman. Kamar tidak bicara dan tidak merasa, berbeda dengan Ava yang tak terima jika Rama berlaku sesuka hati membuat kamar berantakan, susunan dvd dan buku yang tadinya tersusun rapih kini berserakan dan debu yang membuat kaca jendela seakan berkabut. Terlalu nyaman bisa sangat berbahaya, menutup celah untuk menjadi lebih baik. Mereka berdua memang merasakan kenyamanan yang berlebihan terhadap satu sama lain.

Rama menghela napas kemudian membalas kata-kata Ava yang sungguh menusuk hati dan keningnya, "Kamu tidak lagi tertawa sesering dulu.. Salah di manakah kita?". Ava menjawab sekenanya, "Kita, setidaknya aku, mulai berpikir terlalu banyak.. Bukan hanya rasa yang bermain di sini..".

"Sepertinya aku hanya manik gompal di dalam rangkaian kesialan hidupmu, Rama.. Bahkan dilihat dari jauh pun sudah mengganggu mata.. Sudah seharusnya kamu buang..", Ava kembali berbicara setengah memohon. 

Rama berbisik lirih, "Nasibmu dan nasibku pernah bersinggungan akrab.. Meski tidak selalu akur.. Tapi aku bangga merasa memiliki teman sepenanggungan yang kukira selamanya..".

Ava terdiam dan mulai menangis. Air mata selalu menjadi aksesoris yang pas untuk muka pucatnya. Rama tertunduk. Kemudian jemari mereka bertautan meskipun kali ini telapak mereka tidak bertemu. Rama mencium kening Ava. Sebelum pamit pulang, Rama berpesan kepada Ava sembari tersenyum, "Jangan ada sesal, kamu harus bahagia.. Ya?". Ava, masih berurai air mata, mengangguk lemah. 

"Aku sayang kamu, Ava". "Aku sayang kamu, Rama".

Ava berhenti menangis lalu menatap muka Rama lekat-lekat. Saat Rama membalikkan badan, ia merekam cetak-biru bahu dan punggung Rama dengan seksama. Ava ingin memboyong tawa, marah, sedih, candaan, kekecewaan, kerutan, senyum mengejek, dan hangatnya sosok bernama Rama tersebut ke dalam perpustakaan memorinya. Sebuah ruang baca khusus dengan penjagaan ketat dan perawatan ekstra hati-hati, hanya Ava yang tahu kodenya.

Pintu kamar Ava tertutup, bersamaan dengan hatinya.




*ky'nya ga nyambung ya sama cerita Ava_Rama sebelumnya.. yasudahlah, saya suka banget sih sama nama 'Ava' dan 'Rama' jadi semua cerita dipakein nama itu deh.. heheh.. tp atmosfernya masih mirip kok.. :D

6 comments:

  1. hahahahah, krn terlanjur suka sama nama2nya ya, jd dipake terus utk jadi nama tokoh :)
    Gue juga pengen begitu, tp malah jd banci gitu, gue gak bisa ngebayangin karakter dan kepribadian si tokoh scr kuat.

    Nama2 bagus laen pada kemane? udah buat nama anak ya? ;))

    ReplyDelete
  2. Iya.. Gue jg msh mengais" sih karakter dan detil" lain dr si 'Ava' dan 'Rama', siapa tau cerita" yg msh misah" ini bs digabungin..


    Nama yg bagus: hmm Lili dan Lingga.. Eh ini nama tokoh apa nama anak?? :P yaudahdeh besok" aku ganti 'Jean' dan 'June' aja.. :P

    ReplyDelete
  3. tolong dikasih tag "ava-rama" dong biar kedeteksi cerita2nya yang lain...

    ReplyDelete
  4. Lisa.. saya entah kenapa buat cerita selalu pake nama itu kalo buat cerita..

    atau tokoh tokoh misterius tak bernama

    *malah ngomongin nama

    ReplyDelete
  5. iya juga ya.. will do! :) sementara mereka semua ada di 'leyendas' heuheu

    ReplyDelete
  6. happy birthday, dear lisa.. hohohehe..

    tokoh tak bernama.. girl-boy.. aku-kamu.. ngana-kitorang.. panjenengan.. ane-ente.. ah garing..

    ReplyDelete