Wednesday, October 5, 2011

Marionet



Di panggung mini berlatar pepohonan kala malam hari, Marionet melompat lincah kesana kemari, menarikan ballet yang mirip danau angsa. Pasangannya, sesosok pangeran buatan bertubuh gempal dengan rambut palsu putih mengilat yang malah menyerupai uban terlalu sering diminyaki. Mereka menari berdua, diharuskan saling berkasih dalam cerita sampai pagi. Takdirnya bukan dipilihnya, sejak tercipta ia terikat suratan yang dijalin ke dalam seutas tali masing-masing untuk kedua kaki dan tangannya. Marionet wajib takluk pada si pangeran sesuai titah sang dalang. Namun, perasaan terkadang membelot dari segala aturan dan norma. Ia kadung jatuh cinta pada sang dalang dari awal ia diciptakan, tanpa pernah tahu ia akan dimatikan di akhir cerita. Pangeran menepis pundi kecil isi racun dari tepi bibir Marionet. Terlambat, cairan laknat itu telah memulai petualangannya dalam tubuh ringkih Marionet, membakari isinya. Hatinya pun ikut hangus. Pangeran menangis geram sembari mengutuki sang dalang, berharap mereka berganti tempat agar bisa membalaskan dendam. Marionet hanya tersenyum terbujur kaku. Rela diambil nyawanya demi riuhnya tepukan tangan yang diperuntukkan bagi lelaki yang ia cintai.


Toh ia akan hidup lagi saat panggung mini kembali digelar. 




*Oh iya, nama Marionet itu "Weronika", tapi dia akan menengok juga semisal dipanggil "Véronique". Foto dari sini. (Tuan Kieślowski, terima kasih).



190510

No comments:

Post a Comment